Syarat Menjadi Guru Generasi Millenials

millennialscollageApa itu generasi Mellenials? Ada tulisan menarik menurut saya sebagai referensi untuk dibaca, karena saya tidak sedang memperdebatkan apa dan bagaimana pandangan tentang generasi millenials. Siapa itu Generasi Millenials? http://rumahmillennials.com/siapa-itu-generasi-millenials/#.WvOgpO-FPIU

Menjadi guru membutuhkan “stamina yang prima”. Stamina dalam makna yang sebenarnya (jasad), juga stamina ruhiyah, serta stamina ilmu pengetahuan (kompetensi). Tantangan generasi millenials (kalau kita mau pinjam istilah ini) sungguh sangatlah berat. Kenapa berat? Tantangan nya berubah, arena pertarungan hidup di generasi ini juga sudah tidak sama dengan tantangan pada generasi “X”.

Informasi yang cukup massif pergerakannya ini mempengaruhi cara berpikir dan cara pandang manusia. Manusia harus siap masuk ke dalam kondisi yang serba digital, kondisi yang cepat sekali mengalami perubahan. Butuh cara tersendiri untuk bisa menyeimbangi semua itu. Manusia harus bisa mengendalikan dirinya untuk bisa ikut dalam arus perubahan yang begitu cepat. Bagaimana caranya agar manusia tetap tampil memiliki fitrah kemanusiaannya. Tidak tergerus oleh zaman. Ini tantangan sang guru dalam mendidik generasi mendatang.

Manusia manusia yang hebat akan lahir dari pendidikan yang hebat pula. Pendidikan yang berbasis karakter. Pendidikan yang menghasilkan manusia-manusia unggul. Pendidikan yang demikian harus muncul dari sekolah-sekolah yang berbasis karakter. Muncul dari guru-guru hebat.

Jika guru, sekolah dan system pendidikan nya masih konvensional, bagaimana bisa menghadapi generasi millenials ini? Bagaimana bisa menghadapi generasi yang mereka akan menghadapi tantangan zaman yang begitu besar.

Guru harus memiliki stamina yang prima. Jika tidak, hantaman permasalahan dari luar dan dalam dirinya cukup besar ditemui sang guru. Masalah Internal, klasik memang, hanya saja permasalahan ini belum bisa diselesaikan oleh negara. Honor guru, status pekerjaan guru, kapasitas guru, sulit bergerak guru untuk menghadapi ini. Kenapa permasalahan ini muncul? Karena memang tidak ada niat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Fokus negara sedang tidak disana. Benang ini memang masih dibiarkan kusut. Semakin kusut, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini. Maka saya berani katakan semakin tidak berkualitas pendidikan di Indonesia.

Ada sebagian sekolah yang mungkin tidak mau menggantungkan harapannya kepada perubahan yang datang dari pemerintah. Mereka membangun idealisme pendidikan nya sendiri. Walaupun dengan tertatih tatih mereka membangun itu, mereka berusaha untuk konsisten pada idealismenya

Masalah ekternal, tantangan yang turut menemani kehidupan sang guru cukup banyak. Sedikit orang yang memiliki cita-cita sebagai guru di Indonesia ini. Secara strata sosial menjadi seorang guru mungkin bukan pilihan utama nya. Sikap ini mau tidak mau akan mempengaruhi dedikasi seorang guru pada profesi nya.

Bagaimana mungkin seorang guru bisa idealis jika dedikasinya tidak pernah dihargai dengan benar. Bahkan mungkin oleh orang terdekat dalam hidupnya. Seorang guru dianggap sebagai profesi yang biasa-biasa saja bukan sesuatu yang wah. Padahal sebenarnya profesi guru itu adalah profesi yang luar biasa. Mungkin ditulisan lain akan saya bahas bagaimana cara untuk menjadikan profesi guru menjadi profesi yang sangat luar biasa.

Lalu syarat apa yang harus dimiliki oleh guru-guru di generasi mellenials ini?

Pertama, guru di generasi millenials harus mampu meng-upgread ilmu pengetahuan nya. Jadilah guru yang memiliki ilmu diatas rata-rata. Memiliki ilmu yang setidaknya dimiliki oleh siswanya. Kenapa demikian? Karena bisa saja siswa lebih banyak tahu mengenai banyak hal dibanding gurunya. Informasi sudah sangat terbuka. Tidak tepat lagi jika menggunakan model pembelajaran Teachers centered learning. Harus sudah diubah menjadi Stundent Centered Learning. Guru adalah teman nya murid dalam belajar. Harus menjadi guru yang akrab dengan internet. Akrab dengan search engine, akrab dengan sosial media. Guru yang memiliki pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam terhadap banyak hal. Dengan banyak referensi yang dimiliki oleh seorang guru maka guru akan tampil menarik bagi siswa-siswa nya.

Kedua, dengan memiliki pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam, tentu pengetahuan dan pemahaman soal pendidikan juga otomatis harus meningkat juga. Metode, cara pengajaran akan naik grafiknya. Metode kekinian akan mewarnai proses kegiatan belajar mengejar. Bicara soal ini, kita tidak cukup hanya berharap kepada satu atau lebih guru yang ada di sebuah sekolah. Tapi ini akan bicara sistem di sebuah sekolah. Pemahaman yang sama juga harus dimiliki oleh semua elemen yang ada di Sekolah. Ini akan berkaitan dengan sistem, berkaitan dengan kurikulum, berkiatan dengan SOP sekolah.

Ketiga, Kebanyakan guru hari ini sebagian besar masih merupakan generasi X. Apa yang ada di benaknya adalah cara mengajar guru nya disaat mereka menjadi siswa dahulu.  Nah guru generasi millenials dalam menghadapi generasi Y ini harus meninggalkan cara-cara lama. Mencari bentuk baru yang efektif, yang ready to use untuk mudah di pahami oleh millenials. Bagaimana idealisme mereka sebagai guru itu tetap ada walaupun zaman cepat sekali berubah. Perubahan yang begitu cepat itu terkadang menghantam idealisme seorang guru. Kapitalistik individualis dengan cepat juga merasuk ke dalam jiwa-jiwa guru-guru kita. Sehingga konsentrasi seorang guru dengan tuntutan zaman yang berubah ini bisa saja luntur, bergradasi, sehingga tidak jelas lagi warna dan makna nya sebuah pendidikan.

Keempat, secara spiritual dan matrial jasad guru haru memiliki kesehatan yang prima. Guru harus rajin ber olahraga, makan-makanan yang sehat dan bergizi, stamina harus prima. Begitu juga dengan spiritual nya. Kompetensi jiwa yang kokoh harus dimiliki oleh seorang guru. Guru bukan berharap adanya BPJS tapi guru harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa hidup sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s