Quo Vadis Koperasi Indonesia

cropped-01327bcb-2836-45a4-93e5-fac48f4b94991.jpgRabu kemarin saya mendatangi Gedung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Jakarta, disana saya bertemu dengan Bapak Pristiyanto beliau adalah Kepala Bidang Literasi dan Pertumbuhan KSPPS/USPPS
Kami berdiskusi banyak mengenai perkembangan Per Koperasi an di Indonesia. Dari pertemuan itu ada insight baru yang saya dapatkan utamanya mengenai Koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan ternyata ini sangatlah aplikatif. Jujur saja sejauh ini saya tidak pernah berpikir bahwa Koperasi sebenarnya adalah sebuah lembaga yang benar benar menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan. Mungkin karena image perkoperasian itu sendiri yang bisa dikatakan “buruk”
Selama ini bisa dikatakan kita hanya memiliki pemahaman dangkal mengenai apa sebenarnya ekonomi kerakyatan itu. Peran ekonomi kerakyatan hari ini hanya sepurtar wacana. Saya pun melihat begitu. Ekonomi kerakyatan hanya sebatas wacana, karena peran rakyat dalam ekonomi ternyata sangatlah minim bahkan hari ini nampaknya kekuatan ekonomi rakyat dimarginalkan.
Ekonomi bangsa dikuasai oleh Korporasi, dikuasai oleh para pemodal besar. Dan system ekonomi hari ini tidak lain adalah ekonomi Kapitalisme. Ekonomi yang berkiblat pada kepentingan pemodal, ekonomi yang dimana negara hanya sebagai juru catat saja dan pasarlah yang memegang kendali nya. Atau yang lebih dikenal dengan system ekonomi Neoliberalisme.
Sangat disayangkan sebenarnya Koperasi sebagai salah satu elemen yang dapat mengejawantahkan System Ekonomi Kerakyatan hari ini pun telah dimandulkan. Prinsip-prinsip kerakyatan di dalam system perkoperasian nya lambat laun menghilang disebabkan “ketidak-istiqomahan” para aktivis Koperasi dalam menjalani nilai-nilai di dalam system Koperasi nya. Bahkan kita sangat sulit membedakan mana Koperasi mana Korporasi.
Sangat disayangkan, Jiwa Kapitalis Individualistik telah merusak tatanan bukan hanya pola bahkan prinsip-prinsi Koperasi yang sejatinya adalah elemen dari Ekonomi Kerakyatan. Bukan rahasia umum lagi bahwa terkadang menjamur nya pendirian Koperasi hari ini banyak yang melenceng dari gagasan awalnya. Koperasi yang dari anggota untuk anggota di tengarai sudah teracuni oleh gagasan gagasan raja kecil di dalam nya yang melihat dari kacamata Korporasi. Melihat Koperasi adalah peluang usaha yang cukup menggiurkan. Dari mudahnya administrasi pendirian, syarat pemodalan, keanggotaan, keluesan usaha membuat Koperasi dianggap sebagai alternatif untuk mengembangkan bisnis. Bahkan menjamur nya Koperasi akhir-akhir ini terindikasi ada kepentingan pencucian uang di dalam nya.
Prinsip-prinsip saling tolong menolong di dalam Koperasi sudah tidak dianggap penting lagi. Padahal inilah ruh nya perjuangan Koperasi itu sendiri. Hari ini pengurus Koperasi menjelma tidak ubahnya sebagai pebisnis handal yang sibuk menghitung rugi laba, bukan pengurus yang visoner melihat dan mengembangkan program-program yang bersentuhan dengan anggota, bagaimana caranya meningkatkan daya juang ekonomi anggota.
Sepulang saya dari Gedung Kementerian Koperasi tersebut panjang lamanunan saya dalam perjalan itu. Saya memperhatikan gedung-gedung tinggi di Jalan Rasuna Said, membayangkan bagaimana mereka dibangun, dengan hutang, dengan agunan. Yah bangsa ini dibangun dengan System ekonomi yang Kapitalistik dengan Ribawi. Bagaimana bangsa ini bisa mendapatkan berkah dari Allah jika ekonomi dibangun dengan cara-cara Ribawi?
Siapapun presiden nya jika system ekonomi nya masih sistem ekonomi yang kapitalis tidak akan membawa perubahan apapun kepada rakyat. Mungkinkah ekonomi kerakyatan bisa kita bangun?
Mungkin kah Koperasi bisa benar-benar menjadi sokoguru Ekonomi Bangsa ini?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s