Membangun Komunikasi Antara Orangtua, Siswa dan Sekolah

Tujuan-KomunikasiTiga kata di atas merupakan kata penting dalam rantai atau siklus pendidikan hari ini. Ketiga kata ini tidak bisa lepas satu dengan yang lain. Sinergi yang harus tercipta dengan baik diantara ketiga nya. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menyiapkan generasi muda yang kokoh. Butuh pendidikan yang kokoh pula dalam mengkader mereka. Peran ini harus dilengkapi oleh orangtua dan sekolah sebagai institusi pendidikan nya.

Kurang bijak jika orangtua dan sekolah saling tuding siapa yang sebenarnya pas mengambil porsi terbesar dalam pendidikan anak anak kita. Ranah itu tentu tidak akan dibahas panjang lebar dalam tulisan singkat ini, namun kita akan membahas langkah apa yang sebenarnya harus diambil orangtua dan sekolah dalam membangun sinergi tersebut.

Orangtua memberikan kepercayaannya kepada sekolah untuk menjadi institusi resmi dalam pendidikan anak anak mereka. Banyak factor yang menyebabkan hal ini terjadi. Factor terpenting nya adalah :

  1. Institusi sekolah merupakan institusi berjenjang dalam pendidikan dan institusi resmi yang diakui negara.
  2. Memiliki pengawasan yang ketat dari negara dalam hal kurikulum dan kompetensi.
  3. Kurang nya pemahaman orangtua akan dasar dasar pendidikan akademik, psikologi pendidikan dan banyak hal mengenai tumbuh kembang anak nya dalam ranah pendidikan. Sehingga dengan alasan diatas orangtua lebih mempercayakan pendidikan kepada institusi sekolah.

Masalahnya adalah, orangtua sangat mempercayakan apa-apa yang berkenaan dengan pendidikan dan diserahkan secara utuh ke pihak sekolah. Bahkan tidak sedikit orangtua yang memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk mendidik anak-anak mereka sehingga mereka sama sekali tidak mau tahu apa yang tengah terjadi dengan anak anak mereka untuk urusan pendidikannya.

Maka tidak heran jika sebagian besar orangtua menganggap menyekolahkan anak nya di tempat yang mahal dan”unggulan” adalah langkah yang tepat. Walaupun terkadang hal itu tidak menjamin bahwa dengan mahal nya biaya pendidikan akan terpenuhi apa yang diinginkan orangtua.

Pada sisi yang lain sekolah tampil dengan idealisme nya dalam pendidikan. Ingin memenuhi ekspektasi para orangtua pada sekolah mereka. Sekolah ingin menjadi pelayan terbaik bagi siswa dan orangtua. Memilih guru dan staff administrasi yang terbaik. Namun yang sering ditemui adalah :

Sekolah tidak mampu menemukan guru dan administrasi yang handal, sehingga permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah khususnya berkenaan dengan siswa dan orangtua tidak mampu diselesaikan oleh sekolah.

Jika permasalahan tersebut tidak selesai maka pihak sekolah dengan gampang menyatakan bahwa masalah pendidikan anak adalah tanggungjawab orangtua bukan sepenuhnya oleh guru atau sekolah.

Akhirnya lempar tanggungjawab ini tidak bisa diselesaikan oleh para pihak. Anak lah yang menjadi korban dari “saling menyalahkan” orangtua dan sekolah ini.

Tentu kita tidak berharap hal ini terjadi pada kita selaku orangtua atau kita selaku pemilik sekolah. Bukan sinergi seperti ini yang kita harapkan. Tapi sinergi yang baik, yang positif.

Dialog antara orangtua dan sekolah harus diberikan ruang yang cukup besar. Diberikan apresiasi yang luas untuk membicarakan masalah masalah anak anak mereka. Dan Hal ini bukan perkara yang sulit. Di mana era teknologi bisa kita gunakan untuk membangun komunikasi.

Bahkan sesibuk apapun pihak sekolah, sesibuk apapun wali murid mereka pasti bisa membangun komunikasi yang baik. Namun di awal memang membutuhkan penyamaan frekwensi dahulu. Penyamaan pemahaman akan penting nya komunikasi dua arah antara orangtua siswa dan sekolah.

Kami dari Jejak Jemari sebagai lembaga konsultan sekolah melihat bahwa peran ini harus dimainkan penuh oleh manager sekolah atau kepala sekolah. Membangun komunikasi dan arah komunikasi perlu di bangun di awal. Ini juga merupakan pendidikan kepada masyarakat dan peran mereka secara luas akan pendidikan generasi yang akan datang. Juga merupakan pendidikan untuk orangtua siswa dalam membangun komunikasi antara mereka dan sekolah juga anak anak mereka.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang bertanggungjawab secara penuh dalam mengarahkan orangtua dalam membangun komunikasi nya dengan pihak sekolah.

Banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah parenting secara berkala dari pihak sekolah. Sekolah menentukan tema parenting dan mengundang orangtua secara berkala. Ini penting untuk menjaga silaturahmi dan penyamaan cara pandang antara orangtua dan sekolah. Parenting tidak selalu identik dengan biaya yang mahal, bahkan ini bisa dikomunikasikan dengan pihak orangtua sendiri.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat membangun nuansa pendidikan bagi siapapun yang terlibat dalam proses pendidikan yang sedang berjalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s